Tragedi berdarah makam mbah priok yang terjadi pada 14 April lalu, bukan saja berdampak jatuhnya korban tewas dan luka luka dari kedua belak pihak (Satpol PP dan jama'ah makam), namun mengarah pada tergerusnya aqidah serta pembodohan masyarakat akan mitos seputar makam sang tokoh yang akrab disebut "Mbah priok".
Banyak sekali beredar cerita seputar suasan saat terjadinya bentrokan fisik antara satpol pp dengan jama'ah yang melawan di sekeliling makam. Semua cerita yang dikisahkan hampir seluruhnya berbau mistis dan tak masuk akal bahkan sangat lucu untuk didengar baik yang kita dengar di berita infotaimen maupun berita khusus di surat kabar. Seperti mesin traktor tiba tiba meledak, ada sinar yang kuat memencar dari makam mbah priok yang tertangkap kamera satelit amerika, dan ada pengakuan salah seorang satpol yang merasa lemas tak berdaya setelah hampir mencapai pintu gerbang makam.
Cerita yang sangat menarik untuk ditolak oleh nalar orang dewasa justru disampaikan oleh salah satu pewaris makam (semoga Allah mengampuni kesalahannya), ia mengungkapkan munculnya sosok raksasa setinggi 30 meter saat terjadi bentrok dengan pasukan "Kamra" keamanan masyarakat(istilah yang mirip satpol pp yang pernah muncul di masa priode pertama gubernur sutiyoso). Tak cukup sampai itu, menurut nya ada seorang berjubah putih menunggang kuda di atas makam serta kemunculan jutaan burung dari dalam makam, terakhir lanjut ceritanya munculnya sinar keemasan dari dalam makam. Kemunculan sinar itu pernah terjadi saat bentrok tahun 2002 lalu.
Salah seorang yang menyimak cerita itu sangat terharu dan spontan meneriakan takbir "Allahu akbar" (Koran Tempo, 25 April 2010 dan berita infotaiment).
AGAMA DAN AKAL
ketika Nabi Muhammad masih dalam kandungan dan tak lama lagi akan hadir ke dunia membawa cahaya kepada seluruh alam ini, terjadilah sebuah peristiwa penggusuran rumah Allah (ka'bah) yang disucikan seluruh manusia. Penggusuran ini dilatar belakangi oleh rasa iri hati sang raja dari yaman bernama abraha.
Abraha menyaksikan semua orang sejak jaman ibrahim berbondong bondong mendatangi tanah kering kerontang yang bernama makkah untuk mensucikan ka'bah baitullah sekalipun saat itu pensucian mereka sudah bercampur dengan tradisi kemusyrikan. Rasa iri hati abraha menggerakan hatinya membangun kuil atau gereja dari emas di negeri kekuasaannya dengan tujuan agar semua manusia pandangan wisatanya tertuju ke negeri yaman bukan makkah, namun proyek pariwisata abraha ternyata gatot (gagal Total) makkah tetap ramai dikunjungi sementara pembagunan objek wisata yang dibangun abraha tidak mengurangi occupansi pengunjung ka'bah. yaman tetap sepi dan makkah tetap ramai.
Raja abraha menyadari kehebatan ka'bah di negeri mekkah adalah nilai spiritualnya bukan kemegahan fisik bangunan karena ka'bah adalah bangunan kuno yang sudah ditetapkan sebagai pusat kedamaian dunia.
Raja abraha tidak mau patah arang dan bengkok besi, dengan segala cara ia akan lakukan demi mendongkrak devisa pariwisata negeri yaman, maka direncanakannya menggusur ka'bah dan akan dipindahkannya ke negeri yaman. Tanpa Surat Keputusan (SK)atau peraturan Daerah (Perda) sang raja menunjukan tangan besinya, tidak tanggung tanggung ia kirim ribuan pasukan dengan kendaraan gajah. Maka semua penduduk makkah kocar kacir ketakutan kecuali sorang sesepuh ka'bah bernama Abdul Mutholib beliau adalah juru kunci ka'bah kakek anak manusia yang mengguncang dunia akhirat.
Namun sungguh terkejut sang raja, sementara semua orang kocar kacir, sang kakek Nabi SAW malah menghadap raja yang bengis itu. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, sang kakek bukan memprotes maksud dan niat buruk sang raja malah beliau hanya meminta dikembalikan domba domba peliharaannya tampa menyinggung sedikitpun soal penggusuran ka'bah. Dalam keheranan abraha bertanya mengapa kau tak memohon kepada kami agar tidak jadi menggusur tempat ibadah kamu. Tapi justru kau hanya membela kepentinganmu sendiri.?
Abdul Mutholib menjawab : hai abraha... Ka'bah itu milik Allah maka saya serahkan ka'bah itu kepada pemiliknya, biar saja pemiliknya yang akan menjaganya, sedangkan domba domba itu milik saya maka sayalah yang berkewajiban menjagannya. Berikan domba itu pada dan silahkan anda urus izin penggusuran ka'bah pada pemiliknya Allah.
Dan akhirnya pulanglah Abdul Mutholib dengan beberapa dombanya serta tidak lama kemudia datanglah ribuan burung ababil dengan membawa batu sijjil dan hancurlah semua tentara dan raja abraha bersama gajah gajahnya.(QS. Alfil).
Bigitu bijaksananya sang kakek Nabi SAW beliau tak mau wargannya menjadi korban sia sia di tangan pasukan yang jauh dari kemampuan wargannya sementara yang dibela adalah benda yang memang sudah di jaga Allah. Dalam pikiran abdul Muthollib kalau memang kita tak mampu serahkan saja urusan penggusuran kepada pemiliknya.
Dari kisah ini maka kita ambil i'tibar, kalau memang ahli waris pernah melihat sosok raksasa, laki laki berjubah putih dengan menunggang kuda serta ribuan burung burung saat kejadian mengapa yang melihat peristiwa tidak meminta mundur saja kepada jama'ah yang berhadapan dengan satpol PP. Biarkan saja satpol pp berhadapan dengan sosok raksasa dan ribuan burung. Mengapa harus warga yang menjadi korban. Sungguh menyedihkan.
Banyak sekali ayat Alqur'an yang memerintahkan manusia khususnya kaum muslimin untuk menggunakan akalnya karena antara akal dan wahyu harus berjalan beriringan, wahyu memberi cahaya akal dan akal menangkap kebenaran wahyu (alqur'an) tanpa akal Manusia tak mampu menerjemahkan wahyu dan tanpa wahyu manusia akan tersesat selamanya dan tak sanggup mengemban amanat sebagai khalifah di bumi.
Haruskan kita menerima cerita yang beraroma ilusi seputar kisah di makam mbah priok. Tentu akal sehat menolak, sebab kalau memang ada sosok raksasa setinggi 30 meter lalu untuk apa warga mati matian mempertahankan makam sampai bentrok berdarah, kenapa tidak diserahkan saja semua urusan yang berkaitan dengan makam kepada sang raksasa, atau kepada orang yang berjubah putih menunggang kuda yang keluar dari makam serta jutaan burung sebagaimana yang dikisahkan oleh salah satu ahli waris mbah priok. Apalah artinya satpol PP yang berjumlah 1750 orang jika harus menghadapi raksasa, pria berjubah putih dan jutaan burung. Apakah mungkin untuk menjaga makam saja Allah harus mengutus ribuan burung, sosok raksasa, pria berjubah putih menunggang kuda sementara Ka'bah yang sangat disakralkan seluruh umat islam dunia Allah hanya mengutus burung ababil untuk menghadapi pasukan gajah raja abraha. Atau barangkali pasukan satpol pp lebih hebat dari pasukan gajah abraha sehingga Allah harus meurunkan para malaikat yang mmenyerupai raksasa dan pria berjubah serta jutaan burung.
Dalam surat al isra' (17) ayat 36, Allah membenci terhadap kebodohan, dogmatis dan apa saja yang tidak memiliki sumber kebenaran baik berupa dalil maupun nalar. "Dan janganlah engkau turut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, (karena) sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati itu masing masing akan dimintakan pertanggungjawaban dari hal itu."
RUMAH DI JUAL
16 tahun yang lalu
